Wawali Yogyakarta: Sudah Saatnya Pasar Kembang Jadi Kawasan Budaya

pasar kembang
Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi menegaskan sudah saatnya melihat kawasan pasar kembang (sarkem) sebagai kawasan budaya

Terkini.id, Yogyakarta – Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi menegaskan sudah saatnya melihat kawasan pasar kembang (sarkem) sebagai kawasan budaya. Hal tersebut Ia sampaikan bersamaan dengan digelarnya event “Sarkem Fest”, Kamis 14 Februari 2019.

Pihaknya menilai, kawasan yang sejak dulu dikonotasikan negatif itu sekarang sudah tidak begitu relevan lagi mengingat pergerakan warga yang beranjak produktif dan meninggalkan kesan buruk tersebut.

Hal itu Ia buktikan dengan keberadaan kampung sosrowijayan sebagai kampung budaya. Hal itu tentu menjadi modal penting untuk merubah cara pandangan masyarakat terhadap sarkem.

“Kini potret sarkem adalah potret budaya,  sosrowijayan sudah deklarasi sebagai kampung budaya. Inilah yang akan terus kita dorong agar warga di kawasan sarkem semakin maju dan lebih produktif lagi,” cetusnya.

Lebih lanjut Heroe menjelaskan, banyak potensi yang ada di kawasan sarkem. Selain letaknya yang strategis di antara Malioboro dan Stasiun Yogyakarta, banyak UMKM yang sangat potensial di kawasan tersebut.

“Kami akan terus berusaha untuk melakukan penataan dan pengembangan kawasan sarkem ini, agar kedepan potret sarkem tidak lagi negatif,” imbuhnya.

Pihaknya pun berharap sarkem fest mampu mengangkat nama sarkem sebagai kawasan budaya. Dengan event itu pun Ia juga berharap sarkem memiliki wajah baru, sehingga dengan begitu dampaknya akan kembali ke warga juga.

Dalam kesempatan yang sama panitia Sarkem Fest, Ray Rachel Saraswati, menerangkan ada banyak pertunjukan kesenian yang disuguhkan di Sarkem Fest.

“Salah satu di antaranya pertunjukan barongsai dan atraksi pasukan bergada di Jalan Sarkem Yogyakarta. Selain itu juga ada pementasan teater di gang Sarkem,” urainya.

Selain itu juga ada pembagian kopi secara gratis yang disediakan oleh beberapa food truck. Juga akan dimeriahkan dengan pagelaran seni teater dari para seniman Yogyakarta.

Rachel berharap dengan digelarnya Sarkem Fest ini wajah Sarkem berubah. Meski begitu dia juga berharap masyarakat luas bisa menerima Sarkem sebagai bagian dari sejarah Kota Yogyakarta, dalam hal keterkaitannya dengan pembangunan jalur rel kereta api di Kota Yogyakarta.

“Sekian itu yang tidak kalah penting, kami berharap event ini mampu meningkatkan perekonomian warga terutama di bidang pariwisata,” ujarnya.

Sarkem Fest adalah bagian dari event Jogja Heboh, sebuah event yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DPD DIY dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY.

Jogja Heboh berlangsung pada 1-28 Februari 2019. Event ini menghadirkan berbagai atraksi budaya dan promo wisata, seperti fashion, belanja, kuliner, hotel, budaya, berwisata, olahraga dan sebagainya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini