Wagub DIY: Peran Warga Diperlukan dalam Penanganan Bencana

Foto: Tribunnews

Terkini.id, Yogyakarta – Potensi cuaca ekstrem akibat aktifnya Monsun Asia, diprediksikan masih akan terjadi di wilayah DIY dalam beberapa hari ke depan. Adanya potensi cuaca ekstrem tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat dan Pemda DIY. Khususnya yang berkaitan dengan ancaman banjir, angin kencang dan tanah longsor.

CV Bahkan untuk memudahkan penangganan, Pemda DIY telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem.

“Koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk BPBD dan BMKG sudah kami lakukan beberapa hari lalu. Begitu pula untuk kesiapan logistik semua kabupaten/kota di DIY sudah siap dan tidak ada masalah.? Kesiapan logistik tersebut meliputi logistik dan bronjong. Termasuk pemetaan daerah rawan longsor dan banjir dibeberapa wilayah di DIY,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji, Kamis, 2 Januari 2020, malam.

Baskara Aji mengungkapkan, peningkatan intensitas hujan di wilayah DIY perlu diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan. Karena dengan adanya peningkatan intensitas hujan banjir dan tanah longsor bisa menjadi ancaman yang datang secara tiba-tiba. Mengingat di wilayah DIY ada beberapa daerah seperti Bantul, Gunungkidul serta Kulonprogo yang rawan longsor dan banjir.

Bahkan Pemda DIY sudah mempersiapkan dana hingga Rp 10 miliar sisa dana tahun 2019 lalu untuk antisipasi perbaikan sarana prasarana apabila nantinya dibutuhkan.

“Ada sisa alokasi anggaran bencana tahun lalu sebesar Rp 10 miliar yang kami persiapkan untuk antisipasi bencana alam. Berdasarkan koordinasi yang kami lakukan dengan pusat dana tersebut diperbolehkan untuk membangun atau memperbaiki prasarana jalan,” terang Baskara Aji.

Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) DIY Sri Paduka Paku Alam X mengatakan seperti diketahui bersama sekarang sudah memasuki musim penghujan, kemudian dari pihak pemerintah khususnya BMKG tidak henti-hentinya memberikan infomasi tentang prakiraan cuaca. Hujan masih akan terjadi di DIY pada puncaknya sekitar Januari dan Februari atau bahkan sampai Maret  2020.

“Melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di DIY dan teman-teman baik formal maupun informal sudah sering kami sampaikan penanganan atau kesiapsiagaan bencana tidak kemudian menjadi sepenuhnya tugas dari pemerintah belaka. Artinya peran serta atau keterlibatan warga itu sangat diperlukkan karena keterbatasan personil maupun keterbatasan lainnya, tidak bisa menjadi alasan kami tidak bertanggung jawab,” ungkap Paku Alam X di Pare Anom Komplek Kepatihan, Kamis, 2 Januari 2020.

Paku Alam X menekankan pemerintah dan warga harus bersama-sama mengantisipasi persiapan-persiapan yang diperlukan terkait meningkatkan curah hujan. Pengontrolan gorong-gorong atau saluran air, sampah-sampah dan sebagainya harus dilakukan dan juga persiapan lainnya khususnya di daerah-daerah yang sering menjadi langganan banjir atau rawan banjir seperti Sungai Code ke arah selatan.

“Kami mohon warga sudah bisa menempatkan dokumen-dokumen yang penting dan sangat dibutuhkan ditempat yang aman agar sewaktu-waktu terjadi banjir tidak hilang atau rusak. Kemudian sebelum terjadi banjir harapanya warga bisa diberikan pemahaman atau edukasi terkait kesiapsiagaan bencana,” tambahnya.

Sri Paduka menjelaskan, anggota keluarga harus diberikan pemahaman ketika air meninggi maka waspadalah terhadap aliran listrik. Demikian dengan pemangkasan dahan-dahan pohon, apabila warga kesulitan bisa meminta bantuan kepada OPD yang berwenang di kabupaten/kota masing-masing.

“Daerah-daerah yang menjadi langganan banjir, tidak ada salahnya bersiap-siap terhadap segala kemungkinan seandainya terjadi tetapi kita harapkan jangan sampai terjadi,” tegasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo menambahkan sistem irigasi di DIY sudah cukup mapan dan telah dibangun sejak 2018 lalu.Jika terjadi luapan karena hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi terus menerus sudah disiapkan antisipasinya.

“Kita sudah mengantisipasi apabila terjadi luapan air hujan nantinya. apalagi sistem irigasi di DIY sudah dipersiapkan dengan baik selama tiga tahun berturut-turut,” sambung Budi Wibowo. (krjogja.com)

Berita Terkait
Komentar
Terkini