Pemda DIY Usulkan Gelar Pahlawan Nasional Untuk KGPAA Paku Alam VIII

Terkini.id, Yogyakarta – Semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah DIY menyatakan kebulatan tekad untuk mengusulkan gelar Pahlawan Nasional bagi KGPAA Paku Alam VIII. Tetapi kehendak dari masyarakat dan pemerintah DIY tersebut tidak serta merta terwujud.

Meskipun sudah dirintis selama 22 tahun, yakni sejak tahun 1997 sampai 2019 dengan segenap upaya penggalian data, testimoni, dan penggalangan aspirasi, semua itu harus melalui prosedur sebagaimana yang diatur dalam UU No.20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Untuk itulah Dinas Sosial selaku representasi pemerintah daerah DIY menggelar seminar regional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KGPAA Paku Alam VIII yang bertajuk: Pejuang Negarawan dan Negarawan Pejuang.

Seminar nasional ini menjadi salah satu syarat proses pengusulan gelar pahlawan nasional. Disyaratkan sesuai UU, proses pengusulan gelar pahlawan nasional diusulkan dari bawah ke atas. Bertempat di Ruang Nakula Sadewa Hotel Grand Inna Malioboro, seminar yang diadakan pada hari Kamis tanggal 5 September 2019 ini juga menyertakan pameran foto data arsip dan peluncuran buku pertama seri kepahlawanan KGPAA Paku Alam VIII.

Dengan adanya seminar ini, seluruh data, testimoni, dokumentasi baik dalam bentuk buku, naskah akademik dan dokumentasi foto bersejarah dapat diketahui oleh elemen masyarakat, sekaligus menjadi wadah bagi penggalangan testimoni dan aspirasi tentang kepahlawanan KGPAA Paku Alam VIII. Dengan demikian, materi kepahlawanan KGPAA Paku Alam VIII menjadi lebih kaya dan lebih lengkap.

Pada kesempatan pertama Ketua Panitia Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KGPAA Paku Alam VIII dari Universitas Gajah Mada, Prof. Dr. Ir Djagal Wiseso Marseno, M.Agr melaporkan, untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional tidaklah mudah karena pada dasarnya gelar pahlawan adalah sebagai bentuk pengakuan oleh masyarakat yang diberikan kepada seseorang yang telah sangat berjasa dalam mengembangkan bidang-bidang tertentu demi kemajuan bangsa dan negara dan KGPAA Paku Alam VIII telah berjasa di berbagai bidang diantaranya bidang Pendidikan, Pemerintahan, Kemiliteran, Kesehatan, Budaya dan Olah Raga.

Hadir sebagai pembicara dalam sesi pertama seminar ini adalah Ki Priyo Dwi Arso, Ir Subekti Narto, Bp Samdi yang masing-masing menyampaikan presentasi tentang riwayat kepahlawanan KGPAA Paku Alam VIII dalam bidang pendidikan, pemerintahan, dan kemiliteran dengan moderator Drs. Darto Harmoko.

Dilanjutkan sesi kedua yang menampilkan dr. Noerdjati Arjono, Prof. Dr. Djoko Suryo (UGM) dan Prof. Dr. Joko Pekik (Ketua Koni DIY) yang masing-masing berbicara tentang riwayat kepahlawanan KGPAA Paku Alam VIII dalam bidang Kesehatan, Kebudayaan dan Olahraga dengan moderator Dr. Sudibyo, M.Hum.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan yang dibacakan oleh Ir. Arofah Nur Indriani, M.Si menyatakan bahwa peranan KGPAA Paku Alam VIII sangat besar, yaitu sejak perjuangan kemerdekaan RI, masa pergerakan nasional, tahun-tahun awal proklamasi kemerdekaan RI hingga masa-masa sesudahnya.

Bersama dengan Sri Sultan HB IX, Kasultanan dan Paku Alam ketika itu menjadi dwi tunggal, dua pemimpin yang merupakan satu kesatuan, dengan tekat bulat bergabung dengan Republik Indonesia tanpa ada keraguan sama sekali. Integralitas keduanya sering disebut sebagai Dwi Tunggal Raja Yogyakarta. Kiprah KGPAA Paku Alam VIII dalam mendukung RI pada masa kemerdekaan berlanjut mulai dari peranannya dalam hal kemiliteran, yakni dengan mendukung para gerilyawan mengusir Belanda dalam agresinya di wilayah Yogyakarta.

Bagi Sultan Hamengku Buwono X, perjuangan Dwi Tunggal Raja Yogyakarta tersebut dalam mempertahankan RI tidak diragukan lagi.

Sejarah memberikan banyak bukti loyalitas tanpa pamrih kedua beliau tersebut yang masing-masing saling melengkapi kekurangan untuk bekerjasama demi mempertahankan kemerdekaan RI.

Bagi Sultan Hamengku Buwono X, KGPAA Paku Alam VIII adalah seorang tokoh pejuang, figur atau pribadi yang sepi ing pamrih rame ing gawe, seorang priyayi yang modern, seorang yang aktif dalam organisasi olahraga dan kebudayaan.

Maka tidak diragukan lagi, dengan semua bukti sejarah tersebut, maka usulan gelar pahlawan bagi KGPAA Paku Alam VIII sudah selayaknya didukung.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Optimalkan Efektivitas Program, Pemkot Yogya Gelar FGD

Terkini.id, Yogyakarta - Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Yogyakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya meningkatkan efektivitas program yang telah dijalankan Pemerintah Kota