Jokowi-Ma’ruf Unggul di Quick Count Pilpres 2019, Cakra 19 DIY Bangga

Cakra 19 DIY
Relawan Jokowi-Ma'ruf, Cakra 19 DIY. (krjogja.com)

Terkini.id, Yogyakarta – Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul sementara dari pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019 yang dilakukan sejumlah lembaga survei, usai pemungutan suara.

Keunggulan Jokowi-Ma’ruf Amin ini tidak lepas dari kontribusi para relawan yang terus menggalang dukungan selama masa kampanye (7 bulan), bahkan sebelumnya.

Salah satunya organisasi relawan Cakra 19 DIY yang dideklarasikan pada 13 September 2018 lalu, untuk menguatkan suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin di DIY. Cakra 19 DIY memiliki dua bidang yaitu bidang komunikasi dan budaya.

Cakra 19 DIY adalah murni organisasi relawan nonpartisan dan independen, di luar Tim Kampanye Daerah (TKD) yang diisi partai koalisi.

Ketua Bidang Komunikasi Cakra 19 DIY, Luluk Harijanto bersyukur pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dipercaya oleh rakyat untuk memimpin Indonesia semakin maju dan sejahtera.

Selain itu kerja kerasnya bersama tim Bidang Komunikasi Cakra 19 DIY, membuahkan hasil manis dan membanggakan.

“Mungkin peran Bidang Komunikasi Cakra 19 DIY bisa dibilang bagaikan setitik air saja, namun kami bangga sudah berkontribusi dalam perjuangan ini,” terang Luluk, Kamis 18 April 2019.

Dijelaskan Luluk, awal dibentuknya Cakra 19 dari perbincangan para purnawirawan TNI yang ingin memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Disepakati mendukung Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia. Adapun Target utama Bidang Komunikasi Cakra 19 DIY adalah pemilih pemula.

“Fungsi relawan Cakra 19 DIY Bidang Komunikasi lebih pada penguatan perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin,” tutur Luluk.

Menurut Luluk, jumlah undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihannya cukup tinggi di DIY, yaitu 15-17 persen. Jika potensi ini bisa diraih secara optimal tentu akan menambah perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin yang ditargetkan sebesar 71 persen di DIY.

“Undecided voters ini mayoritas adalah pemilih pemula dari kalangan pelajar dan mahasiswa (milenial), maka harus dipilih pendekatan yang pas untuk mereka,” ujarnya.

Luluk pun segera merangkul kelompok mahasiswa yaitu Perkumpulan Mahasiswa Yogyakarta (Permata) yang diketuai Nur Fatah dan Sekjen Syafiqurrohman beranggotakan 250 orang tersebar di berbagai kampus di Yogyakarta.

Tak hanya itu, Bidang Komunikasi Cakra 19 DIY juga mendapat dukungan dari Aliansi Santri Yogyakarta yang dipimpin oleh Gus Jaroh. Aliansi ini terdiri dari sejumlah pondok pesantren di DIY dengan jumlah anggota 1.412 santri. (krjogja.com)

Berita Terkait
Komentar
Terkini