Hadiri Jiffina 2020, Ini Pesan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X

Terkini.id, Yogyakarta – Tren kenaikan Jogjakarta International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2020 di berbagai sektor dipastikan mampu menjadi generator ekonomi Jawa dan Bali. Sektor-sektor pendukung industri dan jasa pun akan ikut tumbuh, terutama di DIY sebagai home base pameran.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan hal demikian pada saat launching Nasional Jiffina 2020, Rabu (15/01) di Royal, Ambarukmo Hotel, Sleman. Tahun 2020 ini merupakan yang ke-5 kalinya Jiffina, yang merupakan pameran untuk para buyer ini di gelar di DIY.

Sesuai tema Jiffina 2020, “Diversifikasi yang Unik dari Produk Eco Furniture sebagai Gaya Hidup”, Sri Sultan ingin produk-produk yang dihasilkan benar-benar ramah lingkungan. Perlu menerapkan 6 karakteristik karya yang ramah lingkungan. 6 karateristik tersebut adalah, penggunaan kayu bersertifikat, bahan yang mudah dibongkar dan daun ulang, tahan lama dan mudah diperbaiki, berbahan insersi logam dan plastik daur ulang, bahan kayu reklamasi dan memakai bahan bambu.

“Saya berharap, sebanyak mungkin kriteria itu diterapkan pada produk-produk yang dipamerkan disini. Sebab jika tidak, saya khawatir kita akan lebih jauh ketinggalan dari produk-produk serupa dari Vietnam yang menjadi kompetitor utama mebel Indonesia,” ungkap Sri Sultan.

Pelaku industri mebel dan kerajinan harus fokus pada keunikan produk yang memiliki nilai lebih dibanding produk sejenis. Jika hanya berpatokan dengan harga jual murah, tentu akan kalah saing dengan invasi produk dari negara lain yang lebih murah dan berkualitas.

Menghadapi perubahan, Sri Sultan menegaskan, para pengrajin harus mampu merespon segala kesempatan yang ada di pasar. Selain itu juga mampu mengembangkan kreatifitas untuk menciptakan produk lokal yang unggul. Untuk itu, perlu diterapkan konsep technovation, yaitu inovasi teknologi, technopreneurship dan teknologi menejemen dan pemasaran.

“Tanpa dukungan manajemen profesional, seringkali produk yang dihasilkan gagal dalam tahap komersialisasi di pasar meskipun produk kita unik. Pasar global menuntut standar pelayanan dan mutu,” jelas Sri Sultan.

Sri Sultan berharap, Pameran Jiffina Ke-5 ini menjadi pendorong kemajuan industri mebel dan kerajinan sebagai entitas bisnis. Selain itu, harus mampu  berkontribusi, baik dalam volume, jumlah devisa, maupun value bagi ekspor Indonesia, khususnya Jawa-Bali.

Ketua Forum Jiffina Jawa-Bali seklaigus Ketua Asmindo DIY, Timbul Raharjo, menyampaikan, terbukanya pasar asia yang mengakibatkan perubahan tren pasar menjadi tantangan tersendiri bagi pengrajin Indonesia. Jiffina merupakan salah satu jawaban untuk mengantisipasi perubahan tersebut. Jiffina akan menampung kreatifitas para pengrajin untuk bisa membuka dan mengembangkan peluang pasar sehingga kemungkinan eksport meningkat.

“Jiffina 2020 adalah salah satu sarana untuk merepresentasikan mebel dan kerajinan. Pameran ini akan memberikan dampak baik bagi mebel dan kerajinan,” ujar Timbul.

Menurut Timbul, setiap kali digelar, Jiffina selalu bisa menunjukan hasil yang memuaskan. Pasti selalu ada peningkatan dalam hal luasan hallvisitor dan buyer, transaksi in house, peningkatan jumlah peserta yang ikut, dan jumlah negara tujuan eksport .

“Jiffina akan terus melakukan inovasi baru untuk mendukung dan memfasilitasi industri kerajinan DIY,” ujar Timbul.

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Kementerian Perindustrian dan perdagangan indonesia, Bupati Sleman, perwakilan Bupati Bantul, kepala Disperindag DIY, Asmindo DIY, Forum Jiffina se-Jawa Bali, dan tamu undangan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini