Gubernur DIY Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Kabupaten Bantul

Gubernur DIY
Gubernur DIY Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Kabupaten Bantul. (Humas Pemda DIY)

Terkini.id, Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Jumat 22 Maret 2019 pagi berkunjung ke lokasi yang terdampak banjir di Kabupaten Bantul.

Banjir tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah DIY pada Minggu 17 Maret 2019 malam. Adapun lokasi pertama yang dikunjungi adalah Dusun Gejayan, Desa Girirejo yang terkena luapan air Sungai Celeng.

Lokasi kedua yang dikunjungi adalah Dusun Kedungmiri, Desa Sriharjo. Di desa ini, Gubernur DIY meninjau bekas luapan Sungai Oya yang memutuskan jalan kampung Kedunggiri-Wunut dan sempat mengisolasi akses warga.

Kunjungan terakhir dilakukan di salah satu sekolah yang sempat dijadikan sebagai posko, yakni SD Pundung.

Saat berada di SD Pundung, Ngarsa Dalem mendengarkan paparan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, mengenai langkah strategis penanggulangan bencana.

Dalam paparannya, Biwara menjelaskan mengenai langkah-langkah penanganan banjir yang telah dilakukan BPBD DIY antara lain pemenuhan kebutuhan dasar, operasi SAR longsor, perbaikan tanggul darurat pembersihan longsor, penyediaan air bersih, antisipasi penyakit menular, pembersihan lingkungan mandiri, perbaikan listrik, dan koordinasi lintas instansi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY menyampaikan bahwa permasalahan soal banjir harus segera diatasi oleh instansi terkait.

“Saya berharap bahwa permasalahan mengenai banjir ini dapat diselesaikan dengan cepat. Bila sekiranya ada perbaikan, berarti sekiranya ada penyesuaian pada anggaran-anggarannya,” ujar Gubernur DIY.

Sri Sultan menambahkan, sudah sewajarnya terdapat pilihan-pilhan baru sebagai solusi atas persoalan banjir, misalnya dengan membuat embung atau saluran irigasi.

“Bikinkan embung seperti Embung Tambakboyo, Sleman, atau Embung Sriten, Gunung Kidul supaya air yang mengalir ke sini bisa berkurang. Jadi jangan hanya mengusulkan rehab, rehab, dan rehab tanggul saja jika di kemudian hari akhirnya rusak dan setiap tahun pasti begini,” imbuh Sri Sultan.

Gubernur DIY menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah pengalihan aliran Sungai Opak dan Oya.

“Silakan tentukan posisi yang tepat untuk nyodet (membuat sodet) Sungai Opak dan Sungai Oya. Proses ini harus cepat selesai. Jika seumpama alokasi dana APBD harus menunggu hingga tahun depan, kalau bisa selesai sekarang, udah, buka dana taktis Gubernur saja,” ujar Gubernur DIY.

Adapun pembangunan ini rencananya akan dilakukan di atas tanah Sultan Ground. Namun demikian, lokasi pembangunan tersebut masih perlu dikaji dan ditinjau ulang.

”Ya nanti kita lihat lagi lokasi Sultan Ground ada di mana,” jelasnya.

Di sisi lain, embung ini nantinya juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sri Sultan berharap hal tersebut dapat segera direalisasikan agar permasalahan tahunan ini segera mendapat solusi.

Di akhir kegiatan, Gubernur DIY menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga dan siswa korban banjir.

Berita Terkait
Komentar
Terkini