Digelar di Masjid Poesaka Notoprajan, Wawali Jogja Lantik Poesaka Adventure

Poesaka Adventure
Digelar di Masjid Poesaka Notoprajan, Wawali Jogja Lantik Poesaka Adventure

Terkini.id, Yogyakarta – Senin, 27 Mei 2019 Wakil Walikota Yogyakarta melantik Poesaka Adventure di Masjid Poesaka Notoprajan. Pelantikan tersebut berbarengan dengan Pengajian Nuzulul Qur’an.

Dalam sambutannya Fachri yang mewakili Ketua Takmir Masjid Poesaka Notoprajan menyampaikan bahwa Poesaka Adventure adalah kegiatan jamaah masjid yang bergerak di sosial kepemudaan dan beberapa saat yang lalu sempat tidak akrtif.

“Kepengurusan saat ini berikhtiar untuk mengaktifkan organisasi melalui dua kegiatan, yakni Mitigasi Bencana dan Pelestarian Lingkungan,” ujarnya.

Mitigasi bencana sebagai ikhtiar untuk menyiapkan kondisi masyarajkat yang siap siaga apabila terjadi bencana di wilayah dan mampu memberikan pertolongan atau mengirimkan tim apabila ada bencana di luar wilayah.

Sedangkan untuk pelestarian lingkungan berupa kegiatan penghijauan dan optimalisasi lahan terbuka yang ramah lingkungan.

“Kegiatan Poesaka Adventure merupakan ibadah horizontal atau yang biasa disebut habblu minas dan menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan,” tambahnya.

Menyadari dua kegiatan tersebut masih baru maka dari Takmir Masjid Poesaka berharap adanya fasilitasi kegiatan baik berupa pelatihan untuk meningkatkan kapasitas Sumber daya manusia maupun kemitraan dan jejaring.

Setelah melantik Poesaka Adventure Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi kegiatan jamaah Masjid Poesaka dan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) akan bekerjasama melalui fasilitasi berbagai kegiatan, antara lain BPBD Kota Yogyakarta dapat melakukan pelatihan Mitigasi Bencana dan menguatkan Kampuing Tanggap Bencana.

Kondisi Kota Yogyakarta yang rawan berbagai bencana alam baik berupa gempa bumi yang diakibatkan aktifitas gunung Merapi, atau gempa bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng bumi, juga angin puting beliaung yang beberapa saat ini sering mampir Kota Yogyakarta, dan kalau melihat kondisi rumah di Notoprajan maka perlu juga disiapkan konsep penanganan bila terjadi bencana kebakaran.

Dari berbagai hal tersebut maka mitigasi bencana menjadi urgen sebagai prioritas program kegiatan masyarakat.

Sementara untuk pelestarian lingkungan bisa bekerjasama dalam penghijauan baik berupa lorong hijau, dimana gang masuk arah masjid Poesaka dapat ditanami buah atau sayur, selain itu bisa juga menjadi kampung sayur. Untuk ekonomi produktif, jamaah bisa melakukan kegiatan budidaya lele cendol.

Setelah pelantikan acara dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang terbuka hijau di halaman belakang Masjid Poesaka, dalam arahannya Wakil Walikota menyampaikan bahwa kondisi ruang terbuka hijau ini bila kurang sesuai dengan kebutuhan kekinian masyarakat dapat direvitalisasi peran dan fungsinya.

“Misal selain untuk olah raga bisa difungsikan untuk titik kumpul apabila terjadi bencana dengan sedikit merubah pagar,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kreatifitas dan inovasi akan memberikan nilai (value) dalam berkegiatan, dengan adaptif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi akan menjadikan organisasi dapat bertahan dan berkelanjutan.

“Semoga Alloh SWT meridhoi ibadah kita dan meninggikan derajad ketaqwaan kita serta menjadikan kita makin berguna bagi masyarakat, amin,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini